Usai Jual Ginjal Rp 75jt, Ifan Malah Ketiban Sial

Usai Jual Ginjal Rp 75jt, Ifan Malah Ketiban Sial

Usai Jual Ginjal Rp 75jt, Ifan Malah Ketiban Sial

Jakarta – Mendadak banyak uang setelah menjual ginjalnya senilai Rp 75jt, ifan sofyan (18) pun langsung memborong beberapa barang berharga. Namun malang nasib ifan, bapak dari satu anak ini baru saja kehilangan beberapa barang berharga yang ia beli.

Seperti dilansir dari Detik News, Selang sehari setelah berada dirumah, dengan uang tersebut, ifan pun langsung membeli satu sepeda motor, playstasion, tv, dan keperluan lainnya. Ungkap Ifan di rumahnya, Kampung Simpang, Desa Wangisagara, Kabupaten Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (29/1/2016)

Ia pun tak lupa membeli emas 23 gram hadiah untuk istrinya, sesaat mereka pun girang dengan menumpuknya rupiah tersebut.  Dua hari kemudian, Ifan dan sang istri pun kaget bukan bukan main, sewaktu membuka pintu rumahnya, Mereka menemukan kondisi dalam rumah satu lantai yang acak-acakan. “Barang berharga itu hilang, ada maling masuk. Pencurinya juga mencuri uangnya sebesar Rp. 2juta dam hanya menyisakan sepeda motor saja,” tuturnya. Beruntung Ifan masih ada menyimpan sisa uang hasil ia menjual ginjal. Jumlahnya Rp 11 juta Ifan pun langsung membayar utangnya sebesar Rp. 3juta rupiah, Sisanya sekarang hanya ada tujuh juta rupiah, ungkanya. Selama ini Ifan memang tidak bekerja, Dia dan keluarga tercintanya hanya mengandalkan hidup dari uang yang nominalnya lambat laut menipis.

Lulusan SD ini hanya berharap ada seseorang pihak yang mau merekrutnya untuk bekerja. Ifan takut masa hidupnya terjerat utang besar. “Saya ingin kerja di bengkel motor, ungkapnya. Ia pun hanya mengandalkan kemampuannya dalam melakukan service motor Selama ini Ifan hidup mandiri, Ibunya menjadi tkw di arab, Sementara sang ayah minggat dari rumah sejak dia belia. Ifan termasuk salah satu korban dari sindikat perdagangan organ tubuh manusia. Gara-gara faktor ekonomi dan terlilit utang, ia pun nekat menjual ginjalnya melalui perantara AG.

Kini AG beserta dua tersangka lainnya, DD dan HS, mendekam di sel tahanan, Tim Bareskrim Mabes Polripun menangkap tiga orang tersebut di Bandung pada pertengahan Januari 2016. Polisi juga masih terus menyelidiki terkait perkara ini. Ada indikasi rumah sakit ikut terlibat melakoni praktik transplantasi ginjal ilegal.