Polisi Masih Buru Anggota FPI, Ada Apa Ni ??

Polisi Masih Buru Anggota FPI, Ada Apa Ni ??

1 Pelaku Tewas, Polisi Masih Buru Anggota FPI Yang Merupakan ‘Kapten’ Perampok Yang Menewaskan Davidson

Polisi menembak mati IR yang berperan sebagai wakil kapten perampokan di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat ini polisi, masih memburu anggota dari ormas Front Pembela Islam (FPI) yang merupakan’kapten’ atau eksekutor yang menewaskan Davidson Tantono (31) itu.

“Mudah-mudahan segera tangkap yang lain. Sekali lagi kepada tersangka lain untuk melaporkan diri,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (17/6/2017).

Argo menyebut total anggota komplotan perampok itu berjumlah lebih dari 10 orang. Dia minta masyarakat untuk bersabar karena pelaku lain masih dalam pengejaran polisi.

“Ini pelaku lebih dari 10 kaptennya adalah anggota ormas (Front Pembela Islam) FPI setempat. Tapi sabar kita pelan-pelan ungkap secara keseluruhan,” ujar Argo.

Aksi perampokan sadis itu bak film Hollywood, masing-masing pelaku punya tugas dan perannya masing-masing. Dari mata-mata di bank, hingga pelaku pengempesan ban mobil milik korban.

“TP berperan sebagai pengempes ban, M sebagai pem-backup pelaku, DTK sebagai mata-mata bank, IR mengawasi dan memilih calon korban,” papar Argo.

Baca Juga : Presiden Filipina menyamakan dirinya dengan Hitler

Aksi komplotan itu juga tak main-main. Selama April hingga Juni mereka sudah beraksi sebanyak 23 kali di 23 lokasi yang berbeda.

“23 tempat kejadian. Di Tangerang, Cirebon, Jakarta, di Bekasi, ada 23 lokasi. Sebanyak 23 kali perampokan, jadi sasarannya uang. Perampokan selama April sampai Juni, dua bulan ini sudah 23 kali,” ujar Argo.

Komplotan perampok tersebut, kata Argo, juga kerap melukai korbannya saat melancarkan aksi. Saat tahu Davidson tewas, komplotan penjahat ini lalu berpencar ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Kelompok ini biasanya melakukan perampokan itu nggak membunuh korban, minimal melukai. Kemarin membunuh kemudian semuanya bubar karena melakukan pembunuhan, semua menyebar ke mana-mana,” ujar Argo.

Peristiwa perampokan itu terjadi di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (9/6) siang lalu. Korban dibuntuti sejak bertransaksi di BCA Green Garden.

Saat itu korban membawa uang tunai Rp 300 juta dari bank dengan menggunakan mobil Toyota Innova. Dalam perjalanannya, korban digembosi bannya hingga akhirnya menepi di SPBU.

Ketika korban membuka pintu mobil, salah satu pelaku merampas tas korban berisi uang ratusan juta. Korban coba mempertahankan tasnya itu, namun pelaku menembaknya tepat di pelipis kepala hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Rencana seperti ini mengingatkan pada film-film hollywood tentang perampokan yang rapih dan terstruktur seperti Italian Job, Ocean Eleven’s, dan lain-lain.(detik)