Malam Pertama Pernikahan Bersama Painok

Malam Pertama Hari Pernikahan Bersama Painok

Di sebuah kampung hiduplah dua anak manusia yang baru beranjak dewasa, Di karnakan hubungan meraka sudah terlalu akrab dan sudah dianggap tidak wajar lagi, maka kedua orang tua bermaksud menikahkan kedua anak manusia tersebut. Pertemuan demi pertemuan sudah menetapkan hari H-nya.

Di malam pertama hari pernikahannya tidurlah kedua mempelai diatas peraduannya tanpa melakukan apa-apa. Fajar Di ufuk timur sudah mulai keluar dan ayampun sudah berkok, tandanya hari sudah siang.

Di pagi yang indah itu datanglah Ibu dari mempelai laki-laki ingin menanyakan pada anaknya:

Ibu : Painok, kau apakan si Ipin tadi malam

Painok : Ndak ado do mak, kami lalok sajonyo ( Tidak diapa-apikan, kami tidur saja )

Ibu : Bisuak malam wa’ang tidua di ateh siIpin ( Besok malam kamu tidur diatas siIpin )

Malam kedua Karna ingat pesan dari ibunya tanpa basa-basi Si Painok naik ketempat tidur dan lansung menaiki Istrinya ( tidur diatas perut istrinya ), karna sudah taktahan menahan sakit siIpin menjerit-jerit, namun Si Painok tetap tidur diatas perut istrinya samapai pagi. Dan esok pagi Ibunya datang lagi menanyakan:

Ibu : Painok, Ba’a lai lamak rasonyo?, ba’a kato siIpin ( Painok, Gimana enak rasanya ?, apa kata siIpin? )

Painok : Kalau Painok memang lamak Mak, tapi siupiak mamakiak-makiaknyo ( Kalua Painok memang enak, tapi siIpin menjerit-jerit karna kesakitan )

Ibu : Wa’ang apoan memangnyo ( Kamu apakan sebenarnya )

Painok : Lalok ajonyo diateh paruiknyo tu ( Cuma tidur diatas perut dia )

Ibu : Bodoh wa’ang ( Bodoh kau ) Pada siangnya Dengan rasa kasihan pada anak-anaknya maka siIbu ambil jalan pintas untuk mengajari Si Painok anaknya, bagaimana caranya orang berumah tangga ( bersebadan ),

Terjadi lah Dialok: ( Sambil Baca Cerita Lucu Yuk Main Permainan Ini ! Bonusnya Besar Banget Lohh !!! ) 

Ibu : Painok, beko malam sabalun lalaok wa’ang sabuikan PESAWAT SIAP MENDARAT baulang ulang. ( Painok, nanti malam sebelum tidur kamu bilang sama si Ipin PESAWAT SIAP MENDARAT berulang-ulang )

Painok : Jadi h mak. ( Baiklah Mak )

Malam Ketiga Jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam, maka kedua penganten itu memasuki kamar tidurnya, Sifat Painok yang tidak pelupa akan nasehat Ibunya maka sebelum tidur si Painok mengucapkan PESAWAT SIAP MENDARAT, PESAWAT SIAP MENDARAT, PESAWAT SIAP MENDARAT, namun tak ada respon dari si Ipin karna dia tidak Di jari untuk menjawab apa oleh Ibu Si Painok Pagi harinya Ibu Painok datang lagi dan menanyakan apa tanggapan siIpin,
Ibu : Painok, ba’a kato siIpin mandangan kecek wa’ang ( Painok, apa kata siIpin mendengar ucapan kau )

Painok : Diam sajo inyo mak, lah bosan awak mengecek itu tapi inyo diam sajo ( Diam saja dia Mak, Sudah bosan Painok ucapkan kata-kata itu )

Siang harinya Ibu Painok datang menemui Si Ipin untuk mengajarinya, maka terjadi Dialok.

Ibu : Ipin, kalu Si Painok mangecekan PESAWAT SIAP MENDARAT, mako Ipin jawab LANDASAN SIAP MENERIMA. ( Ipin, kalua Si Painok ucapkan kata PESAWAT SIAP MENDARAT, maka Ipin jawab LANDASAN SIAP MENERIMA )

Ipin : Jadi lah Mak ( Baiklah Mak ) Malam ke Empat

Malam ini bertepatan dengan malan minggu, jadi penganten ini agak lambat tidurnya. Malam telah larut sekitar jam 12an pasangan ini memasuki kamar tidurnya. Sudah sekian lama mereka berbareng Di tempat tidur namun Si Painok tidak pernah mengatakan PESAWAT SIAP MENDARAT, maka siIpin ambil ini siatif untuk mengatakan LANDASAN SIAP MENERIMA 3 kali, dengan tegasnya si Painok menjawab Pesawat Rusak !