Jangan Pernah Takut Untuk Memiliki Seseorang Yang Akan Selalu Ada Di Sampingmu !

Jangan Pernah Takut Untuk Memiliki Seseorang Yang Akan Selalu Ada Di Sampingmu !

Orang sering melihat keluarga yang tercerai-berai lalu berpikir,”Ah, lebih baik saya tidak berkeluarga, saya takut.” Orang melihat suatu organisasi tercerai-berai, kemudian berpikir,”Ah, saya tidak mau ikut berorganisasi lagi, saya ikut membantu saja, organisasi bentrok melulu, tidak ada manfaatnya.” Mengapa kita menjadikan sesuatu yang tidak baik sebagai ukuran. Dan mengapa kita selalu saja melihat orang lain, keluarga itu. Mengapa kita tidak melihat,”Saya sendiri bagaimana? Saya harus berbuat apa?”

Anggap saja semua itu adalah proses. Dan memang kita harus menganggapnya demikian. Keluarga menjadi kuat, menjadi maju, itu adalah proses. Keluarga hancur, itu pun juga proses. Karena ada sebab-sebab yang timbul maka terjadi akibat seperti itu. Organisasi menjadi besar, itu adalah proses, dan itu wajar. Kita tidak perlu terlalu terheran-heran, terpukau. Organisasi menjadi hancur juga proses yang wajar. Karena ada sebab-sebab untuk menjadi kuat dan ada juga sebab-sebab yang menjadikannya hancur.

Baca Juga : Miris Kelakuan Para Pemuda Yang Melecehkan Agama Islam ! Share Biar DI TANGKAP !

Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita melihat keretakan atau kehancuran itu bukan sebagai musibah, bukan sebagai penghalang, bukan sebagai suatu pil pahit, bukan sebagai sesuatu yang fatal, tetapi sebagai sesuatu yang wajar. Dengan emikian tidak akan menimbulkan kekecewaan. Sekarang saya harus berusaha membuat sebab yang lebih baik, sehingga saya bisa menyumbangkan sesuatu yang lebih baik bagi keluarga saya, bagi organisasi saya.

Orang berkeluarga banyak yang cerai, tiap hari perang melulu, saling mencurigai, kita menjadi takut berkeluarga. Membujang juga berbahaya, “Nanti kalau saya membujang bagaimana? Lalu saya mau menjadi apa?” Akhirnya nanti kita takut hidup. Kalau kita menganggap semuanya sebagai sesuatu yang mengerikan, tidak menyenangkan, menakutkan, semua itu akan membuat kita menjadi suram. Tetapi, lihatlah segala sesuatu itu sebagai proses yang wajar. Yang timbul dan kemudian tenggelam. Karena ada sebab yang menjadikannya, maka ada akibat yang terjadi. Selesai!

Apa pun yang dikatakan orang lain, bencana ataupun musibah, kita terima. Tetapi, kita mengerti apa yang dikatakan bencana dan musibah itu sesungguhnya hanyalah suatu perubahan, hanya suatu proses. Dan itu sangat wajar terjadi pada kehidupan ini.

Oleh karena itu, marilah kita berbuat sesuatu yang lebih baik. Membuat sebab-sebab yang lebih baik sehingga proses yang akan terjadi bisa menjadi lebih baik. Organisasi tempat kita mengabdi, semoga dengan proses yang saya buat ini, pengaruh proses ini membuat organisasi itu menjadi lebih baik. Di keluarga kita, kalau kita membuat sebab yang lebih baik, itu akan mejadi faktor bagi timbulnya proses yang membuat keluarga kita menjadi keluarga lebih baik.